topbella
Tampilkan postingan dengan label Akuntansi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akuntansi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 November 2013

Akuntansi Biaya "Harga Pokok Pesanan"

Materi Akuntansi Biaya ( Metode Harga Pokok Proses )

METODE HARGA POKOK 
Metode harga pokok proses adalah metode pengumpulan biaya produksi melalui departemen produksi atau pusat pertanggungjawaban biaya, yang umumnya diterapkan pada perusahaan yang menghasilkan produk atau massa.
Karakteristik Metode Harga Pokok Proses :
  • Proses produksi bersifat terus menerus dan produk yang dihasilkan merupakan produk massa yang bersifat standar.
  • Biaya produksi dikumpulkan dengan dicatat dalam setiap departemen produksi yang ada, untuk jangtka waktu tertentu (umumnya satu bulan).
  • Harga pokok per unit produk dihitung dari harga pokok produk selesai periode dibagi dengan unit produk yang telah selesai dalam periode yang bersangkutan.
  • Harga pokok produk dihitung pada akhir periode tertentu.
  • Biaya bahan tidak perlu dipisahkan dari biaya bahan baku dan biaya bahan pembantu, dan biaya tenaga kerja tidak dipisahkan menjadi biaya tenaga kerja langsung dan biaya tenaga kerja tidak langsung.
  • Produk yang belum selesai (masih dalam proses) pada akhir periode, dicatat ke dalam rekening persediaan Produk Dalam Proses.
  • Pada akhir periode dibuat laporan harga pokok produksi setiap departemen, yang pada dasarnya berisi perhitungan harga pokok produk yang telah selesai, dan yang masih dalam proses, yang dinyatakan dalam total maupun per unit.
Akuntansi Biaya Produksi
  • Dalam metode harga pokok proses lebih menekankan pada penggunaan laporan harga pokok produksi per departemen.
Laporan Harga Pokok Produksi
  • Laporan harga pokok produksi, seperti yang telah dikemukakan dimuka, merupakan media akuntansi yang digunakan oleh metode harga pokok proses dalam penentuan harga pokok produk total mapun per unit. Laporan harga pokok produksi disusun untuk setiap produksi, yang secara keseluruhan umumnya berisi tiga bagian laporan, yaitu:
  1. Laporan produksi (skedul kuantitas)
  2. Pembebanan biaya
  3. Perhitungan biaya
Laporan Produksi
Laporan produksi atau disebut juga skedul kuantitas merupakan bagian laporan harga pokok  produksi yang memberikan informasi mengenai arus fisik dari unit masukan yang diolah dan unit keluaran yang dihasilkan oleh suatu departemen produksi.
CONTOH LAPORAN PRODUKSI DAPAT DILIHAT
Pembebanan Biaya
            Pembebanan merupakan bagian laporan harga pokok produksi yang pada dasarnya memuat biaya produksi yang dikumpulkan oleh suatu departemen selama periode tertentu. Informasi mengenai biaya yang dibebankan kepada produk yang diolah disajikan berdasarkan elemen biaya produksi dalam jumlah total dan per unit. Biaya produksi yang dibebankan kepada produk dapat berupa biaya produksi dari departemen produksi sebelumnya ditambahkan dengan biaya produksi yang dikeluarkan oleh departemen yang bersangkutan.
Perhitungan Biaya
Perhitungan biaya merupakan bagian laporan dari harga pokok produksi yang pada dasarnya memuat biaya produksi yang diperhitungkan untuk produk yang telah selesai dan poduk yang masih dalam proses pada akhir periode untuk departemen yang bersangkutan. Produk yang telah selesai dapat berupa produk yang ditransfer ke gudang penyimpanan dan produk yang ditransfer ke departemen berikutnya untuk diolah lebih lanjut.
METODE HARGA POKOK PROSES LANJUTAN
— Pembahasan mengenai metode harga pokok proses dalam bab ini merupakan kelanjutan dari metode Harga Pokok Proses Pengantar. Yaitu metode harga pokok proses dengan memperhitungkan adanya persediaan produk dalam awal proses periode. Produk yang belum selesai(dalam proses) pada akhir periode suatu departemen produksi, merupakan produk dalam proses pada awal periode departemen yang bersangkutan pada bulan berikutnya.
— Dalam hal ini ada dua metode yang dapat digunakan untuk penentuan harga pokok produk yang memperhitungkan produk dalam proses awal, yaitu metode harga pokok rata-rata tertimbang dan metode masuk pertama keluar pertama (MPKP).
Metode Harga Pokok Rata-Rata Tertimbang
— Penentuan harga pokok produk yang memperhitungkan produk dalam proses awal dengan metode harga pokok rata-rata dapat dibedakan menjadi dua bagian pembahasan, yaitu:
Perhitungan di departemen awal
Perhitungan di departemen lanjutan (setelah departemen awal).
1. Perhitungan Harga Pokok Di Departemen Awal
— Beberapa hal pokok yang perlu diketahui dalam hal ini adalah sebagai berikut:
Dalam laporan produksi, unit produk dalam proses awal menambah unit produk yang dimasukkan proses bulan ini sebagai unit produksi seluruhnya yang diproses bulan ini di departemen awal.
Dalam pembebanan biaya produksi, harga pokok produk dalam proses awal (yang berasal dari bulan lalu) ditambahkan dengan biaya produksi yang dikeluarkan dalam periode ini, dirinci untuk setiap elemen biaya produksi.
Rumus Perhitungan Biaya produksi Per unit Departemen Awal
By. Bahan yg melekat By. Bhn yg dikeluarkan
— Biaya bahan per unit = pd PDP awal + pada bulan ini
unit ekuivalen biaya bahan
BTK yg melekat pada BTK yg dikeluarkan pada
— BTK per unit = PDP awal + bulan ini
unit ekuivalen biaya tenaga kerja
BOP yg melekat pada BOP pabrik yg dikeluarkan
— BOP per unit = PDP awal + pada bulan ini
unit ekuivalen biaya overhead pabrik
Harga pokok per unit merupakan penjumlahan biaya per unit dari setiap elemen biaya produksi, yang dihitung dengan cara membagi total biaya produksi (PDP awal + Biaya periode ini) dengan unit ekuivalen masing-masing elemen biaya produksi.
Unit ekuivalen dihitung dengan cara menambahkan unit produk selesai (yang ditransfer ke gudang/departemen lanjutan) dengan unit produk dalam proses akhir sesuai dengan tingkat penyelesaiannya.
Dalam perhitungan biaya harga pokok produk selesai yang ditransfer ke departemen lanjutan dihitung dengan cara mengalikan harga pokok per unit dengan unit produk selesai. Sedang dalam perhitungan harga pokok produk dalam proses (PDP) akhir, unit produk dalam proses akhir dikalikan dengan harga pokok per unit (dihitung untuk setiap elemen biaya produksi)
Perhitungan Harga Pokok Di departemen lanjutan lanjutan
— Penentuan harga pokok produk di departemen lanjutan dengan menggunakan metode harga pokok rata-rata tertimbang, pada dasarnya tidak berbeda dengan penentuan harga pokok di departemen awal yang telah dibahas dimuka. Perbedaannya karena di departemen lanjutan terdapat produk yang dibawa dari departemen sebelumnya, maka dalam pembebanan biaya produksi, perlu dihitung harga pokok rata-rata per unit dari produk yang berasal dari departemen sebelumnya.oleh karena itu masalah yang dijumpai di departemen lanjutan, disamping masalah produk dalam proses awal departemen yang bersangkutan, juga masalah produk yang berasal dari departemen sebelumnya.
Beberapa hal perlu diketahui dalam penentuan harga pokok produk di departemen lanjutan dengan metode harga pokok rata-rata tertimbang antara lain :
Dalam laporan produksi, unit produk dalam dalam proses awal memambah unit produk yang dimasukkan proses bulan ini sebagai unit produksi seluruhnya yang diproses bulan ini di departemen lanjutan.
Pembebanan biaya produksi di departemen lanjutan pada dasarnya tidak berbeda dengan pembebanan biaya produksi di departemen awal.
Jika ada tambahan bahan di departemen lanjutan yang menyebabkan tambahn unit, produk yang berasal dari departemen sebelumnya perlu disesuaikan perhitungan harga pokok per unitnya.
Harga pokok per unit rata-rata merupakan penjumlahan biaya per unit rata-rata dari setiap elemen biaya produksi, yang dihitung dengan cara membagi total biaya produksi (PDP awal + Biaya p Periode ini) dengan unit ekuivalen masing-masing elemen biaya produksi. Termasuk dalam elemen biaya produksi departemen lanjutan adalah harga pokok per unit produk dari departemen sebelumnya. (lihat rumus perhitungan biaya produksi per unit dibawah ini)
Harga pokok Per Unit Yang Berasal Dari Departemen Sebelumnya
HP PDP yang berasal Harga pokok selelasi
— HP Produk per unit berasal dari departemen yg berasal dari depar-
Yang berasal dari = sebelumnya + temen sebelumnya
dep. Sebelumnya unit PDP awal + unit produk yg berasal
dari dep sebelumnya
Harga Pokok Per Unit yang ditambahkan Di Departemen lanjutan
— BBB per unit = By. Bahan yg melekat Biaya bahan yang dikeluarkan
pada PDP awal + pada bulan ini
unit ekuivalen biaya bahan
BTK yg melekat By. Tenaga Kerja yg dikeluarkan
— BTK per unit = pada PDP awal + pada bulan ini
unit ekuivalen biaya tenaga kerja
BOP yg melekat By. Overhead pabrik yang
— BOP per unit = pada awal + dikeluarkan pada bulan ini
unit ekuivalen biaya overhead pabrik
Beberapa hal perlu diketahui dalam penentuan harga pokok produk di departemen lanjutan dengan metode harga pokok rata-rata tertimbang antara lain :
Unit ekuivalen harga pokok produk yang dihitung berasal dari departemen sebelumnya dihitung dengan cara menambahkan unit produk dala proses awal di departemen lanjutan dengan unit produk yang berasal dari departemen sebelumnya.
Unit ekuivalen biaya produksi yang ditambahkan di departemen lanjutan (BB, BTK, BOP), dihitung dengan cara menambahkan unit produk proses akhir sesuai dengan tingkat penyelesaiannya.
Dalam perhitungan biaya, HP. Produk selesai ditransfer ke gudang/departemen lanjutan dihitung dengan cara mengalikan harga pokok per unit dengan unit produk selesai. Sedang dalam perhitungan harga pokok produk dalam proses (PDP)akhir, unit produk dalam proses akhir dikalikan dengan harga pokok per unit (dihitung untuk setiap elemen biaya produksi).
THE END
Metode Masuk Pertama Keluar Pertama
— Berbeda dengan metode harga pokok rata-rata tertimbang, penetuan harga pokok produk yang memperhitungkan produk dalam proses awal dengan metode MPKP, mempunyai anggapan bahawa biaya produksi bulan (periode) ini terlebih dahulu digunakan untuk menyelesaikan produk yang masih dalam proses pada awal bulan. Baru kemudian sisanya digunakan untuk menyelesaikan produk masuk proses dalamnya digunakan untuk menyelesaikan produk masuk proses bulan sekarang. Oleh karena itu perhitungan awal bulan diperhitungkan dalam perhitungan unit ekuivalen.
Pembahasan MPKP dipisahkan menjadi dua, yaitu:
— Perhitungan departemen awal
— Perhitungan di departemen lanjutan
Perhitungan Harga Pokok di Departemen Awal
— Dalam laporan produksi, unit produk dalam proses awal menambah unit produk yang dimasukkan proses bulan ini sebagai unit produksi seluruhnya yang diproses bulan ini di departemen awal.
— Dalam pembebanan biaya produksi, harga pokok produk dalam proses awal (yang berasal dari bulan lalu) ditambahkan dengan biaya produksi yang dikeluarkan dalam periode ini. Harga pokok produk dalam proses awal tidak perlu dirinci untuk setiap elemen biaya produksi, karena tidsk dihitung harga pokok per unitnya.
— Harga pokok produksi per unit dihitung untuk biaya produksi yang dikeluarkan periode ini, yang merupakan penjumlahan dari biaya per unit setiap elemen biaya produksi periode ini. Biaya produksi per unit dihitung dengan cara membagi antara total biaya produksi yang dikeluarkan periode ini dengan masing-masing unit ekuivalentnya (tidak termasuk harga pokok proses awal).
— Unit ekuivalen dihitung dengan rumus sebagai berikut.
Menghitung unit ekuivalen
— Unit ekuivalen dihitung dengan rumus sebagai berikut.
Unit ekuivalen BB :
Unit PDP awal x (100% – tingkat penyelesaian BB pada PDP awal) + unit produk selesai x 100% + unit PDP akhir x tingkat penyelesaian BB pada PDP akhir.
Contoh:
UE . BB Dep A. = 800 (100% -100 ) + 7.000 (100% ) + 1.800 (100%) = 8.800
Menghitung unit ekuivalen BK
— UE Biaya Konversi :
Unit PDP awal x (100% – tingkat penyelesaian BK pada PDP awal) + unit produk selesai x 100% +          unit PDP akhir x tingkat penyelesaian BK pada PDP akhir.
Contoh :
UE. BK = 800 (100% – 40% ) + 7.000 (100%) + 1.800 (60%) = 8.560
— Dalam perhitungan biaya, harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Dep. Lanjutan dihitung dengan cara menjumlahkanunsur-unsur biaya sbb:
Hp PDP awal xxx
By. Penyls. PDP awal yg dirinci setiap elemen by. xxx
HP produk dari bulan ini xxx +
Hp yg ditransfer ke gudang/dep. Lanjutan xxx
— Sedang dalam perhitungan Hp produk dalam proses (PDP) akhir, unit PDP akhir dikalikan dengan HP per unit yang dihitung untuk setiap elemen biaya produksi.

Soal- soal Akuntansi



Soal Bab 1
1.  Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:
a)      Apakah yang disebut kas?
b)      Sebutkan ciri-ciri kas!
c)      Sebutkan surat-surat berharga yang dapat digollongkan sebagai kas!
d)      Sebutkan surat-surat berharga yang tidak dapat digolongkan sebagai kas!
e)      Sebutkan langkah-langkah pengawasan intorn dalam penerimaan uang!
f)       Sebutkan langkah-langkah pengawasan intern dalam pengeluaran uang!
g)      Sebutkan 3 cara untuk mengadakan pengawasan terhadap kas!
h)      Sebutkan hal-hal yang menyebabkan adanya perbedaan antara saldo kas menurut buku/catatan dengan kenyataan/secara fisik!
i)        Apakah yang dimaksud dana kas kecil?
j)        Jelaskan perbedaan antara system dana tetap dengan system dana tidak tetap dalam pencatatan dana kas kecil!
k)      Jelaskan apa yang dimaksud dengan rekonsiliasi Bank!
l)        Sebutkan factor-faktor yang menyebabkan terjadinya perbedaan antara saldo kas (rekening Bank) menurut catatan perusahaan dengan saldo Bank (menurut rekening koran)!
m)   Jelaskan yang dimaksud system voucher!
n)      Apakah yang dimaksud dengan voucher register?
o)      Apakah yang dimaksud dengan ceck register?

2.  PD. Sabar Makmur pada tanggal 30 Juni 1994 menemukan kesalahan pencatatan dalam                                                                                                                                                               jurnal penerimaan dan pengeluaran kas sebagai berikut:
a)      Pembelian tunai barang dagang Rp 2.750.000;
b)      Pembayaran utang kepada Fa. Sejahtera dengan cek no. 204 sebesar Rp 1.350.000; dicatat Rp 1.250.000;
c)      Penjualan tunai barang dagang Rp 725.000; dicatat Rp 275.000;
d)      Penerimaan tagihan dari toko Nirwana Rp 785.000; dicatat Rp 275.000;
e)      Pembelian perlengkapan toko Rp 315.000; dicatat Rp 135.000;
Buatlah Jurnal Koreksinya!


3. Soal
a)      Saldo rekening kas pada tanggal 31 Juni 1994 Rp 3.425.000; berdasarkan perhitungan secara fisik Rp 3.437.500; setelah diadakan pemeriksaan ternyata tidak ditemukan sebab-sebabnya.
Buatlah jurnal koreksinya!
b)      Saldo rekening kas pada tanggal 31 Agustus 1994 Rp 2.345.000; ternyata uang kas yang ada sebenarnya Rp 2.894.250; setelah diteliti tidak ditemukan sebab-sebabnya.
Buatlah jurnal koreksinya!

4. PD. Dharma Sejahtera menyelenggarakan kas kecil untuk pengeluaran-pengeluaran kecil. Dana kas kecil diisi setiap tanggal 1, 11 dan 21.
Transaksi yang berhubungan dengan kas kecil untuk periode pertama bulan Maret 1994 adalah sebagai berikut:
Maret  1  Pemegang kas kecil menerima uang sebesar Rp 150.000; sebagai pembentuk dana.
Maret  2  Dibeli bahan habis pakai (BHP) Toko Rp 17.500;
Maret  3  Dibayar rekening air Rp 14.000; dan listrik Rp 29.000;
Maret  5  Dibeli perangko Rp 8.000; dan materai Rp 10.000;
Maret  6  Dibayar biaya telegram Rp 12.000;
Maret  8  Dibeli BHP Kantor Rp 15.000;
Maret  10 Dibayar sewa taksi Rp 18.000; untuk membawa karyawan ke rumah sakit.
Maret  11 Dana kas kecil diisi kembali.
Buatlah jurnal dengan :
a)      Metode Dana Tetap
b)      Metode Dana Tidak Tetap




5.  Toko Tetap Segar menyelenggarakan kas kesil untuk pengeluaran-pengeluaran kecil.
Transaksi yang berhubungan dengan kas kecil selama bulan April 1994 adalah sebagai berikut :
April    1  Pemegang kas kecil menerima uang sebesar Rp 100.000; sebagai pembentuk dana kas kecil.
April    2  Dibeli meteria Rp 10.000;
April    4  Dibeli suplai took Rp 18.000;
April    7  Dibayar rekening listrik Rp 24.500;
April    8  Dibayar biaya iklan pada Harian Terbit Rp 40.000;
April   10  Dana kas kecil diisi kembali.
April   13  Dibayar biaya telegram Rp 15.000;
April   15  Dibayar biaya reparasi mesin tulis kantor Rp 20.000;
April   20  Dibeli perangko Rp 7.500; dan materai Rp 10.000;
April   24  Dibeli suplai took Rp 16.000;
April   25  Dana kas kecil diisi kembali.
April   27  Dibayar biaya retribusi (kebersihan dan keamanan) Rp 5.000;
April   28  Dibeli tinta dan bak stempel untuk kantor  Rp 8.000;
April   30  Dibeli suplai toko Rp 12.500;
a)      Catatlah transaksi di atas ke dalam buku kas kecil dengan liniatur:
Tgl. Keterangan. No. Bukti, Penerimaan, Pengeluaraan , Rekening yang didebet : Biaya Perangko dan Materai, Biaya Suplai Toko, Biaya Telegram, Serba-Serbi (Rekening, Jumlah).
b)      Buatlah Jurnal dengan:
1.      Metode dana tetap (Sistem Imprest)
2.      Metode dana tidak tetap (Sistem Fluktuasi)
c)      Berapakah saldo rekening kas kecil, Jika :
1.      Menggunakan metode dana tetap
2.      Menggunakan metode dana tidak tetap


6.  PD. Harapan Jaya menyelenggarakan kas kecil untuk pengeluaran-pengeluaran kecil, selama bulan Mei 1994 mempunyai data sebagai berikut:
Mei  1   Kas kecil diisi dengan mengambil uang dari Bank Rp 20.000;
Mei  2   Dibeli tali rafia, kantong plastik dan kertas pembungkus (BHP Toko) Rp 13.500;
Mei  3   Dibayar transport barang yang dibeli Rp 20.000;
Mei  5   Dibayar biaya kebersihan dan keamanan Rp 15.000;
Mei  7   Dibayar rekening telepon Rp 31.000;
Mei  8   Dibayar rekening air dan listrik Rp 32.500;
Mei  10  Dana kas kecil diisi kembali.
Mei  12  Dibayar transport penjualan barang dagang Rp 17.500;
Mei  14  Dana kas kecil dianggap terlalu besar, maka Rp 100.000; disetor ke Bank.
Mei  15  Dibeli BHP Toko Rp 12.500;
Mei  16  Dibayar biaya telegram Rp 8.500;
Mei  18  Dibayar transport atas barang yang dibeli Rp 14.000;
Mei  19  Dibeli perangko dan materai Rp 15.000;
Mei  20  Dana kas kecil diisi kembali.
Mei  21  Dibayar biaya kebersihan dan keamanan Rp 15.000;
Mei  23  Dibayar transport barang dagang yang dijual Rp 25.000;
Mei  25 Dibayar resep dokter untuk pengobatan karyawan Rp 19.000;
Mei  27  Dibeli kertas HVS Rp 7.500; kertas karbon Rp 2.000; tinta Rp 1.500; dan tipp ex Rp 2.500; (BHP Kantor)
Mei  28  Dibayar transport pembelian barang dagang Rp 20.000;
Mei  30  Dana kas kecil diisi kembali.
Mei  31  Dibayar biaya telegram Rp 15.000;

Diminta :
a.      Catatlah transaksi tersebut di atas ke dalam  buku kas kecil, dengan pembagian lajur sebagai berikut :
Tgl, No.Bukti, Keterangan, Penerimaan, Pengeluaran.
Rekening yang didebit : Biaya transport Pembelia, Biaya transport  Penjualan, BHP Toko, Biaya Telepon dan Telegram, Serba-serbi (Rekening, Jumlah).
b.      Buatlah Jurnal, dengan :
a.      System Imprest
b.      System Fluktuasi




7.  Saldo kas PD. Bina Sakti menurut buku pada tanggal 30 Juni 1994 Rp 1.202.000;. Salinan rekening Koran yang diterima dari BNI’46 per 30 Juni 1994 menunjukkan jumlah Rp 2.500.000;
     Setelah diadakan pemeriksaan, perbedaan tersebut disebabkan hal-hal sebagai berikut :
a.      Cek yang dibayarkan kepada Toko Arjuna dan Toko Kresna, masing-masing no. 102 sebesar Rp 500.000; dan no. 103 sebesar Rp 600.000; belum dimasukan ke Bank oleh pemiliknya.
b.      Nota inkasoyang melampiri rekening koran, mengatakan bahwa Bank telah berhasil menerima debitur PD. Bina Sakti, yaitu Toko Abimanyu sebesar Rp 700.000;
c.       Pada tanggal 29 Juni, PD Bima Sakti melakukan penyetoran ke BNI 1946 Rp 500.000;. Jumlah tersebut belum tercatat belum tercatat dalam rekening koran.
d.      Bank membebani biaya administrasi Rp 15.000; kepada PD. Bima Sakti, dan mengkredit untuk jasa giro Rp 20.500;
Diminta :
a.      Menyusun rekonsiliasi Bank per 30 Juni 1994.
b.      Membuat jurnal penyesuaian


8.  CV. Barito yang membuka rekening Koran pada BRI mempunyai saldo kas pada tanggal 31 Juli 1994 Rp 1.500.000;
Sedang saldo menurut rekening Koran yang diterima dari BRI per 31 Juli 1994 menunjukan saldo kredit Rp 1.727.500;
Setelah diadakan pengecekan, hal-hal yang menyebabkan terjadinya perbedaan adalah :
a.      Setoran yang dilakukan pada tanggal 31 Juli sebesar Rp 300.0000; ternyata belum dibukukan oleh Bank.
b.      Cek no. 425 yang dibayarkan kepada Toko Sedane sebesar Rp 500.000; belum diuangkan.
c.       Setoran dari Toko Ombilin melalui BRI untuk membayar utangnya sebesar Rp 480.000; oleh CV Barito baru diterima laporannya bersama rekening Koran yang diterimanya.
d.      Sebuah cek yang diterima dari seorang debitur sebesar Rp 354.500; ternyata ditolak oleh Bank karena tidak cukup dana.
e.      Cek no. 422 untuk pelunasan utang kepada PT. Mahakam sebesar Rp 625.000; ternyata oleh CV. Barito telah dicatat Rp 525.000;
f.        Bank membebani biaya administrasi kepada CV. Barito Rp 12.500; dan memberikan jasa giro (bunga) Rp 14.500;
Diminta :
a.      Rekonsiliasi Bank per 31 Juli 1994.
b.      Jurnal penyesuaian yang diperlukan.




9. Berdasarkan catatan Fa. Sejahtera pada tanggal 31 Agustus saldo kas menunjukkan jumlah Rp 2.101.500,-.
Menurut rekening Koran yang diterima dari Bank Bumi Putera menunjukkan saldo Rp 1.715.000,-
Setelah diteliti, perbedaan tersebut disebabkan leh:
a.      saldo kas perusahaan tersebut termasuk dana kas kecil sebesar Rp 150.000,- Dikehendaki supaya di dalam buku kas umum sibuka rekening untuk dana kas kecil.
b.      Penjualan tunai barang dagang sebesar Rp 200.000,- dengan menerima sebuah cek, setelah disetor ke Bank ternyata dikembalikan karena tidak ada dananya.
c.       Pembayaran utang kepada CV. Kerinci sebesar RP 340.000,- via Bank, dengan biaya transfer Rp 5.000,- telah dibukukan oleh Bank tetapi perusahaan belum mencatatnya.
d.      Copy faktur dan kwitansi untuk PD. Lawu yang diserahkan kepada Bank Bumi Putera untuk ditagih sebesar Rp 435.000,- ternyata telah diterima oleh Bank dan Bank memperhitungkan ongkos inkaso Rp 8.000,- kejadian ini oleh perusahaan belum dibukukan.
e.      Cek no.271 yang dibayarkan kepada CV. Galunggung sebesar Rp 280.000,- ternyata belum diuangkan.
f.        Setoran uang kepada Bank sebesar Rp 400.000,- pada tanggal 30 Agustus, ternyata belum dibukukan oleh Bank.
g.      Sebuah Cek atas nama Fa. Bahtera sebesar Rp 230.000,- telah dicatat oleh Bank dalam rekening Fa. Sejahtera.
h.      Sebuah cek yang diterima dari PT. Merapi sebesar Rp 525.000,- dan langsung disetor ke Bank, ternyata oleh perusahaan dicatat Rp 225.000,-.
i.         Pengambilan uang oleh perusahaan sebesar Rp 125.000,- untuk mengisi kas kecil, ternyata oleh bank dicatat Rp 215.000,-
j.        Bank telah mendebet rekening perusahaan Rp 5.000,- untuk biaya Administrasi dan mengkredit untuk bunga (jasa Giro) Rp 27.500,-

Diminta:
1.      Susunlah Rekonsiliasi Bank per 31 Agustus 1994.
2.      Buatlagh Jurnal Penyesuaian yang perlu.




10. PD. Agung Abadi melakukan penerimaan dan pengeluaran kas melalui dagang Negara.
Berikut ini data yang ada di perusahaan tersebut:
a.      Rekonsiliasi Bank per 31 Agustus 1994.
Saldo kas menurut catatan perusahaan                                     Rp 35.425.000,-
Jasa Giro/bunga                                                                          Rp      111.500,-
                                                                                                     Rp 35.357.500,-
Biaya Bank                                                                                   Rp        67.500,-
          Saldo yang disesuaikan                                                     Rp 35.470.000,-
Saldo menurut rekening Koran                                                   Rp 40.300.000,-
Setoran dalam perjalanan                                                          Rp   3.000.000,-

Cek yang beredar:
-          No. 1057    Rp 4.500.000,-
-          No. 1058    Rp 3.330.000,-                                                Rp   7.830.000,-
      Saldo yang disesuaikan                                              Rp 35.470.000,-


 


b.      Penyetoran ke Bank selama bulan September 1994:
Tanggal:                        Jumlah                    Tanggal:                       Jumlah              
03-9                          Rp 2.750.000,-            03-9                         Rp 2.950.000,-
08-9                          Rp 3.400.000,-            08-9                         Rp 3.600.000,-
12-9                          Rp 4.300.000,-            12-9                         Rp 5.750.000,-
15-9                          Rp 1.800.000,-            15-9                         Rp 2.800.000,-

c.       Pengeluaran selama bulan September 1994:
No.cek:                          Jumlah                    No.cek:                         Jumlah              
1059                         Rp 4.325.000,-            1064                        Rp 4.725.000,-
1060                         Rp 2.500.000,-            1065                        Rp   - Batal
1061                         Rp 3.750.000,-            1066                        Rp 5.000.000,-
1062                         Rp 1.500.000,-            1067                        Rp 2.500.000,-
1063                         Rp 2.000.000,-             1068                        Rp 3.500.000,-

d.      Rekening Koran yang diterima dari Bank per 30 September 1994:
Debet                                                           Kredit
No.cek:                          Jumlah                                                          
1058                         Rp 3.330.000,-           Saldo           01-9              Rp 40.300.000,-
1059                         Rp 4.325.000,-           Setoran       01-9              Rp   3.000.000,-
1060                         Rp 2.500.000,-                               03-9              Rp   2.750.000,-
1061                         Rp 3.750.000,-                               08-9              Rp  3.400.000,-
1062                         Rp 1.500.000,-                               12-9              Rp  4.300.000,-
1054                         Rp 4.725.000,-                               15-9              Rp  1.800.000,-
1066                         Rp 5.000.000,-                               18-9              Rp   2.950.000,-
1067                         Rp 2.500.000,-                               23-9              Rp  3.600.000,-
Biaya Inkaso             Rp      15.000,-                               27-9              Rp  5.750.000,-
Biaya Bank               Rp       80.000,-      Diterima Pelunasan             Rp          -
                                                                 Piutang wesel                      Rp  2.000.000,-
Saldo 30-9                Rp 42.200.000,-     Jasa Giro                              Rp       75.000,-
                                 Rp 69.425.000,-                                                   Rp 69.425.000,-






 


Berdasarkan data diatas, buatlah:
a.      Rekonsiliasi bank per 30 September 1994
b.      Jurnal Penyesuaian yang diperlukan.

                                








About Me

 
My Note's© DiseƱado por: Compartidisimo